Selamat malam, untukmu.
Ribuan hari berlalu, ternyata kau masih seperti dulu.
Belum berubah. Masih menjadi sebuah misteri bagiku.
Ah, kau ini. Mengapa sulit sekali ditebak? Aku bingung.
Rasanya seperti bermain layang-layang.
Sempat Aku mengulur hati, menyudahi semua.
Bukan menyerah, namun merasa bersalah pada diri sendiri.
Pun ingin melepas beban di hati.
Namun ternyata Aku masih harus berusaha.
Berusaha melupakan.
Ternyata Aku masih harus menyimpanmu disini.
Di ruang hati, yang kusediakan khusus, untukmu.
Setiap kali aku berbisik pada hati,
"Baiklah. Sampai disini saja. Sudah cukup.",
Kau erap kali memasuki ruang mimpi.
Seakan hati memberontak, tak menyetujui.
Mungkin memang belum waktunya.
Belum saatnya bayangmu menghilang.
Atau, Tuhan sedang mengujiku dalam tenggang waktu yang lebih lama lagi.
Ingin mendengar keluhan,
Serta do'a-do'aku yang lebih [tak terdeskripsikan] lagi.
Ribuan hari yang lalu hingga saat ini, aku masih di sini.
- Aku, 30 May 2018 [ 22 : 44 ]
Hi, Sunshine!
Kamis, 31 Mei 2018
Sabtu, 18 Februari 2017
[Fill Your Own Color Here]
Kembali terjatuh, dilain lubang, pada malam hari.
Namun fajar datang menyadarkan, semua hanya angan mimpi
Lalu matahari mengajakku berlari, mengintari dunia lebih jauh lagi
Melihat keindahan di sisi yang tersembunyi
Mata terbuka, senyum mengembang
Melepas masa lalu, lupakan semua kelabu
Warnai hati dengan warna segar yang baru
Melihat warna yang sesungguhnya pada hati manusia
Sebarkan kebahagiaan, lengkungkan senyuman
Setiap manusia pasti merasakan luka, namun biarkan hati yang menjaganya, tanpa orang lain ketahui.
Namun fajar datang menyadarkan, semua hanya angan mimpi
Lalu matahari mengajakku berlari, mengintari dunia lebih jauh lagi
Melihat keindahan di sisi yang tersembunyi
Mata terbuka, senyum mengembang
Melepas masa lalu, lupakan semua kelabu
Warnai hati dengan warna segar yang baru
Melihat warna yang sesungguhnya pada hati manusia
Sebarkan kebahagiaan, lengkungkan senyuman
Setiap manusia pasti merasakan luka, namun biarkan hati yang menjaganya, tanpa orang lain ketahui.
Minggu, 12 Februari 2017
Roses as Remenber
Hujan deras tanpa henti membuat jiwa bernostalgia.
Selalu kepadamu, selalu untukmu.
Meski telah berlari, namun kau membuatku selalu kembali.
Kembali mengenang kenangan tak terlupakan.
Kenangan yang membuatku belajar.
Agar tak menoleh ke belakang saat sedang berjuang.
[It's 1216 days ago, but I still remember.]
Minggu, 02 Oktober 2016
Wild Rose (2)
Mungkin tak pernah terbesit di otakmu,
bahwa aku mengagumimu.
Mungkin tak pernah terbayang di benakmu,
bagaimana jika aku mendo'akanmu.
Kau tahu,
Aku pun tak percaya dengan rasa ini.
Aku pun takut jika nanti akan kecewa.
Bukan padamu,
Tapi pada perasaan ini.
Tak ingin berharap pada angan.
Hanya ingin mengikuti alur cerita selanjutnya.
Menyiapkan diri bila nanti akan sakit hati.
Menguatkan hati bila memang harus pergi.
bahwa aku mengagumimu.
Mungkin tak pernah terbayang di benakmu,
bagaimana jika aku mendo'akanmu.
Kau tahu,
Aku pun tak percaya dengan rasa ini.
Aku pun takut jika nanti akan kecewa.
Bukan padamu,
Tapi pada perasaan ini.
Tak ingin berharap pada angan.
Hanya ingin mengikuti alur cerita selanjutnya.
Menyiapkan diri bila nanti akan sakit hati.
Menguatkan hati bila memang harus pergi.
Tosca
Sungguh ini salah,
Senja tidak untuk pagi,
dan Fajar bukan untuk sore.
Kacau.
Tak terkendali.
Tak seharusnya begini,
Tak seharusnya seperti ini.
Tapi bukan inginku,
bukan kendaliku,
bukan hasratku.
Semua mengalir seperti air.
Dengan sendirinya, mengikuti arus deras.
Rasanya ingin berhenti,
ingin berhenti dari segala kegelisahan,
ingin diam dan tak berjalan kedepan,
ingin berlari melupakan semua
Perih,
bukan maksud menyakiti.
Namun hati berjalan sendiri.
Senja tidak untuk pagi,
dan Fajar bukan untuk sore.
Kacau.
Tak terkendali.
Tak seharusnya begini,
Tak seharusnya seperti ini.
Tapi bukan inginku,
bukan kendaliku,
bukan hasratku.
Semua mengalir seperti air.
Dengan sendirinya, mengikuti arus deras.
Rasanya ingin berhenti,
ingin berhenti dari segala kegelisahan,
ingin diam dan tak berjalan kedepan,
ingin berlari melupakan semua
Perih,
bukan maksud menyakiti.
Namun hati berjalan sendiri.
Kamis, 29 September 2016
Warm Chocolate
Tak mengerti
Dengan semua permasalahan yang sedang terjadi.
Semua bermunculan kembali, tanpa terkendali
Sungguh, tak ingin aku begini.
Namun hati berjalan sendiri.
Musik indah,
Musik yang selalu membuatku jatuh cinta setiap aku mendengarnya.
Dengan semua permasalahan yang sedang terjadi.
Semua bermunculan kembali, tanpa terkendali
Sungguh, tak ingin aku begini.
Namun hati berjalan sendiri.
Musik indah,
Musik yang selalu membuatku jatuh cinta setiap aku mendengarnya.
Sabtu, 03 September 2016
Dark
ada yang mengganjal ketika malam telah datang
bukan kegelapan atau kesunyian
bukan pula angin yang mengintari malam
namun sang hati,
mengganjal setiap malam datang
entah,
seperti ada yang tak tersampaikan
seperti ada yang terpendam
seperti ada yang tersiksa
meski tak ada luka
hilang,
diri ini hilang dibawa angan
tak ada warna indah
hanya terselip hitam putih yang kelam
kesepain,
dalam dunia yang hingar bingar
bukan kegelapan atau kesunyian
bukan pula angin yang mengintari malam
namun sang hati,
mengganjal setiap malam datang
entah,
seperti ada yang tak tersampaikan
seperti ada yang terpendam
seperti ada yang tersiksa
meski tak ada luka
hilang,
diri ini hilang dibawa angan
tak ada warna indah
hanya terselip hitam putih yang kelam
kesepain,
dalam dunia yang hingar bingar
Langganan:
Postingan (Atom)