Hidup ini memang lucu.
Saat kesedihan melanda, kebahagiaan datang dengan warna-warninya.
Juga saat bahagia terukir, sedih dengan lancangnya merasuki kehidupan.
Itulah kalimat basi yang sering terlontar di cerita-cerita fiksi. Namun memang begitu adanya. Dan aku menyutujuinya.
Sesuatu yang sangat aku hargai di hidup ini adalah...
Waktu.
Aku benci waktu. Tapi terkadang aku menunggunya.
Waktu membuat orang berjalan diatas beling-beling kehidupan yang menyakitkan. Yang menusuk sampai ke dalam, dimana sebuah hati singgah.
Ketika senang, orang akan melupakan waktu. Tapi ketika sedih, waktu yang disalahkan, yang dibenci. Memang sulit menjadi waktu. Terkadang dibenci, terkadang pula ditunggu.
Satu hal yang membuatku benci terhadap waktu.
Waktu membuatku rindu. Dan rindu itu sakit. Apalagi merindukan seseorang, yang entah berada dimana, kabarnya bagaimana, dan wajahnya seperti apa sekarang.
Aku menunggu waktu untuk bertemu. Tapi waktu tak mewujudkannya. Waktu tak mengizinkan pertemuan antara aku dengan seseorang disana. Dia tetap tak ada, tetap menghilang. Masih tanpa kabar sedikitpun.
Tapi satu yang aku suka dari waktu.
Waktu membuatku tahu siapa/apa yang baik dan buruk di hidup ini. Siapa yang benar-benar sayang, dan siapa yang hanya perduli. Waktu membuatku mengenal hal-hal baru yang membuatku sadar betapa berharganya hidup. Waktu membuatku menjelajah kehidupan dengan hitam-putih uniknya. Waktu memberitahu bagaimana melupakan seseorang dengan cara dewasa.
Hai waktu, maafkan kelabilanku.