Tentangmu.
Kumohon persilahkanlah aku untuk itu.
Aku mengenalmu.
Caramu berbicara, tertawa, merenung, aku tahu.
Karaktermu, sifatmu, watakmu, bahkan pikiranmu, aku tahu.
Bahagiamu,
Sedihmu,
Aku tahu.
Tetapi satu yang aku tidak tahu darimu,
adalah hatimu.
Hai, sang pemilik hati.
Kumohon.
Jangan bersikap seolah kau mencintaiku, jika kau tidak merasakan itu.
Jangan buat aku terperangkap dalam rasa yang sesungguhnya tak boleh kurasa.
Jangan berkata 'ya' jika kenyataannya 'tidak'
Kamu tahu?
Hati bukan untuk disakiti.
Tapi kau terlanjur.
Kau terlanjur melakukan itu.
Padaku.
Hai, sang pemilik hati.
Kenapa kau lakukan itu padaku?
Kenapa kau tega membiarkanku terus berharap padamu?
Kenapa kau membiarkanku menunggumu?
Hai, sang pemilik hati.
Kau tahu? Cinta yang tulus bukan seperti debu.
Cinta yang tulus adalah sebuah anugerah berharga yang sudah langka di Dunia ini.
Cinta yang tulus itu dari hati. Yang tersakiti.
Bolehkan aku menyatakan bahwa aku tulus mencintaimu?
Hai, sang pemilik hati.
Pernah aku lelah akan semua ini.
Tapi kau selalu hadir kembali menyapa hidupku.
Pernah aku menyerah.
Tapi langkahku sudah terlalu jauh untuk itu.
Pernah aku ingin melepasakan, bahkan melupakanmu.
Tapi ternyata perbuatan tidak seperti perencanaan.
Nyatanya,
Sekarang aku masih disini.
Berdiri tegar.
Dengan setumpuk egoisku,
yang membuatku kuat.
Tanpa kusadari.
Hai, sang pemilik hati.
Bolehkan aku meminta satu hal darimu?
Hanya satu,
dan aku yakin tidak menyulitkanmu.
yaitu,
Izinkan aku untuk tetap menunggumu.
-Hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar